Beberapa hari kemarin saya sempat putus hubungan dengan laptop maupun personal komputer. Memang sempat sedikit mati gaya karena tak bisa mengolah segala macam bahan-bahan tulisan menjadi tulisan matang yang siap dicerna. Namun meski di tengah gilasan roda digitalisasi, bukan berarti benar-benar tak ada tempat lagi bagi cara-cara analog. Laptop memang menjadi partner saya dalam 'memasak' ide-ide. Tapi jeda saat tak ada laptop justru merupakan fase memetik ide-ide lalu menuangkannya dalam kerangka tulisan.
 |
| sumber ilustrasi: www.pixabay.com |
Proses memetik ide sampai kepada kerangka tulisan bukan dilakukan dalam media digital (laptop), melainkan ke dalam media analog. Buku dan pensil. Menulis pun menjadi kegiatan yang benar-benar saya artikan secara harfiah. Meski banyak gawai yang menawarkan aplikasi atau fitur pengganti buku catatan, entah kenapa ide-ide saya justru lebih tumpah ruah jika dituliskan dulu secara manual. Semacam ada kebebasan ruang yang tak bisa digantikan oleh teknologi jenis apapun. Menulis kerangka atau outline tulisan pun lebih leluasa menggunakan media pensil dan buku. Membuat flow proses, sketsa layout, kerangka tulisan atau apapun yang menjadi kecambah sebuah ini masih membutuhkan sentuhan-sentuhan manual. Jadi kegiatan tulis-menulis dengan
pensil terbaik memang menjadi hal yang tak bisa dihilangkan, secanggih apapun zaman. Apalagi ketika awal belajar menulis, anak-anak sudah pasti latihan menulis menggunakan pensil. Ada satu yang lekat dalam ingatan saya sewaktu kecil soal pensil yang sudah melintasi zaman.
 |
| Pabrik Steadler di Germany |
Sekitar pertengahan 90-an mungkin 'Staedtler' menjadi sebutan yang asing bagi saya. Tapi ingatan saya fasih merekam warna merah-hitam maupun biru dari benda yang sering saya gunakan untuk corat-coret tsb. Yap, diusia sekolah saya baru tau kalau alat tulis yang sering saya gunakan itu bermerk Steadler.
Lintasan panjang sejarah pensil Staedtler telah dimulai lebih dari 400 tahun lalu. Saat pertama kalinya pensil dibuat oleh, Friederich Staedtler pada tahun 1662. Kemudian labih dari seabad kemudian, pada tahun 1835 generasi ke-3 keluarga Staedtler yaitu J.S. Staedtler membuat pabrik pensil di kota Nuernberg, Jerman. Pabrik pensil tersebut sekaligus merupakan yang pertama di dunia.
 |
| Logo Steadler |
Pensil Staedtler masuk ke Indonesia lewat PT ABASA yang awalnya merupakan perusahaan penyedia stationery. Bertahannya Staedtler di pasar stationery alat tulis hingga hari ini seakan menjadi bukti atas kualitasnya.
 |
| Produk Awal Staedtler |
Tak dipungkiri bahwa dari masa ke masa, Steadler telah yang mendukung daya kreativitas, tak hanya untuk orang dewasa yang membutuhkan perangkat manual untuk menuangkan idenya, tetapi juga untuk
kreativitas anak dalam masa emas perkembangannya. Dan rasanya sebagai merk pensil pertama di dunia, dan eksisitensinya hingga hari ini tak berlebihan bila Staedtler dinyatakan sebagai
pensil terbaik.
 |
| Pensil pertama kali yang dibuat Staedtler adalah Tradition, pada tahun 1635 |
 |
| Staedtler membuat pensil dengan 7 grade tingkat kehitaman |
 |
| Pensil andalan Staedtler Noris Triangular |
Begitu juga dengan produknya alat tulis lainnya, seperti pensil warna yang pertama kali diciptakan di dunia pada tahun 1834. Kemasan khas pensil warna Steadler Luna yang berwarna merah sejak menjadi media saya dalam mengenal warna-warna ketika kecil. Bahkan dari usia TK saya seakan sudah mempercayai bahwa pensil warna
Staedtler Luna adalah
pensil warna bagus, yang akhirnya membuat saya menabung berhari-hari demi mengoleksi varian pensil warna tsb.
 |
| Pensil warna Staedtler Luna Coloured |
 |
| Pensil warna Staedtler Luna Triangular Watercoloured, tersedia juga varian Triangular Coloured |
Baca juga artikel terkait tentang
Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak - Mengenal Pensil
dan tunggu artikel selanjutnya tentang
Pensil Warna Staedtler Luna.
Saya masih setia sama faber casteel.. LOL
BalasHapusTapi kan Staedler itu Mbahnya pensil Kak Jak :p
HapusWah keren, artikel mbak sudah berada di halaman pertama google.co.id .. semoga bertahan! :)
BalasHapusSaran dari saya sebaiknya komentar di moderasi dulu, sebab nanti kena spam link dari peserta kontes (mereka akan berkomentar dan menyisipkan link-link)
HapusDari jaman dulu Staedler emang top markotop kak
BalasHapusHihi... dari jaman kecil sampe sekarang yang paling diinget tentang pensil ya itu tadi... warna biru pensil staedtler lumograph...
BalasHapussemangattt mbak !!
BalasHapusterima kasih :)
BalasHapusNyimak, jadi ke inget masa kecil minta ayah beikan pensil warna
BalasHapusKalo nulisnya enteng, semoga aja anak bisa jadi lebih mudah menulis
BalasHapusstaedetler .....standar untuk mewarnai :)
BalasHapus